Malam itu aku mendapat sms dari nomor baru yang tidak aku
kenal. Orang itu memberi info kalau akan ada pendidikan dasar untuk
anggota-anggota baru di ekskul tersebut. Mungkin karena waktu itu aku sedang di
luar kota karena aku kuliah, jadi aku tidak terlalu merespon sms dari nomor
itu. Paginya aku coba membalas sambil menanyakan kepastian kegiatan tersebut.
“Maaf ini siapa ya? Jadinya kapan dan dimana acara Diksar
nya?”
“aku juniormu mas di ekskul PA, sekaligus adik kelas SMA.
Acaranya minggu depan mas.”
“Oohh.., juniorku? Angkatan berapa kalo boleh tau siapa
namanya de’?”
“Namaku Vania mas, 2th dibawahmu..”
“Eemm.., OK, thanks ya infonya kalo ada apa-apa nanti aku
tanya kamu aja ya..”
“Ok..Ok.., mas :)
“
Dan begitulah sepintas perkenalan kami tanpa ada rasa
apa-apa dan tak mengira aka nada rasa apa-apa. Waktu itu dia masih kelas 2 SMA
dan acara ini dilaksanain di akhir semester, tepatnya saat liburan kenaikan
kelas. Beberapa hari setelah itu aku sms dia lagi sekedar tanya-tanya tentang
detail acara tersebut.
“Heii…., gimana kegiatannya besok itu de’? pesertanya
berapa?” tanyaku basa-basi
“Ohh.., hey mas.. pesertanya sekitar 15 orang yang uda pasti
ikut.”
“wahh…, lumayan banyak juga ya, jamanku dulu aja cuma 4
orang. Hehehehe…!!”
“Hahaha…, ngeri juga kalo cuma berempat ya mas, dikrubuti
senior-senior :p “
“Ya begitulah…, tapi justru itu yang gag akan terlupakan
(mencetak sejarah peserta paling sedikit) :D “
“Hahaha…, pinter banget nge les nya tapi bener juga tuh..
hihiiiii…. “
Setelah itu kami beberapa kali sms lagi, sekedar basa-basi
biar aku punya kenalan junior nanti pas acara itu (pikirku). Tapi semua jadi
agak sia-sia ketika ternyata dia tak bisa datang karena tidak diperbolehkan
sama orang tuanya. But never mind
yang penting tambah kenalan dengan junior juga, cewek pula.
Lama setelah acara itu kami gag pernah kontak lagi, mungkin
karena sama-sama sibuk dengan kegiatan kami. Dia sibuk dengan sekolah dan
teman-temannya dan aku pun begitu dengan kuliah dan teman-temanku. Sampai pada
suatu malam aku iseng untuk menghubungi dia lagi, entah nomerku masih ada atau
sudah dihapus olehnya.
“Malem…., ini masih Vania kan? Hehehe…. “
Awalnya aku pikir mungkin dia sudah ganti nomer atau nomerku
yang sudah dihapus olehnya. Lama sekali tidak ada jawaban dan aku pun sudah gag
berharap apa-apa. Tapi sekitar pukul 9 malam ada sms balasan dari dia.
“Eh, mas…, iya ini masih Vania kok. Hehehe… ada apa mas kok
tumben sms?”
“Sip, gag ada apa-apa kok de’ just say hello aja. Gimana kabarnya?”
“Baik mas, kamu sendiri gimana?”
“Baik juga kok, wah udah kelas 3 ya sekarang? Rajin-rajinnya
belajar nih..” sindirku untuk mencairkan suasana.
“Hahaha…, iya mas tapi biasa aja kok :p “
Begitulah kisah ini berawal, setelah malam itu kami jadi
sering sms an dan sampai saat itu aku belum tau bagaimana wajahnya karena belum
ada kesempatan untuk bertemu. Tapi paling tidak kami sudah liat foto di Friendster (saat itu masih jaman, dan
Pesbuk masih belum terlalu popular :D).
to be continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar