Senin, 15 April 2013

Gadis Pecinta Alam : Namanya Vania


Malam itu aku mendapat sms dari nomor baru yang tidak aku kenal. Orang itu memberi info kalau akan ada pendidikan dasar untuk anggota-anggota baru di ekskul tersebut. Mungkin karena waktu itu aku sedang di luar kota karena aku kuliah, jadi aku tidak terlalu merespon sms dari nomor itu. Paginya aku coba membalas sambil menanyakan kepastian kegiatan tersebut.

“Maaf ini siapa ya? Jadinya kapan dan dimana acara Diksar nya?”
“aku juniormu mas di ekskul PA, sekaligus adik kelas SMA. Acaranya minggu depan mas.”
“Oohh.., juniorku? Angkatan berapa kalo boleh tau siapa namanya de’?”
“Namaku Vania mas, 2th dibawahmu..”
“Eemm.., OK, thanks ya infonya kalo ada apa-apa nanti aku tanya kamu aja ya..”
“Ok..Ok.., mas :) “

Dan begitulah sepintas perkenalan kami tanpa ada rasa apa-apa dan tak mengira aka nada rasa apa-apa. Waktu itu dia masih kelas 2 SMA dan acara ini dilaksanain di akhir semester, tepatnya saat liburan kenaikan kelas. Beberapa hari setelah itu aku sms dia lagi sekedar tanya-tanya tentang detail acara tersebut.

“Heii…., gimana kegiatannya besok itu de’? pesertanya berapa?” tanyaku basa-basi
“Ohh.., hey mas.. pesertanya sekitar 15 orang yang uda pasti ikut.”
“wahh…, lumayan banyak juga ya, jamanku dulu aja cuma 4 orang. Hehehehe…!!”
“Hahaha…, ngeri juga kalo cuma berempat ya mas, dikrubuti senior-senior :p “
“Ya begitulah…, tapi justru itu yang gag akan terlupakan (mencetak sejarah peserta paling sedikit) :D “
“Hahaha…, pinter banget nge les nya tapi bener juga tuh.. hihiiiii…. “

Setelah itu kami beberapa kali sms lagi, sekedar basa-basi biar aku punya kenalan junior nanti pas acara itu (pikirku). Tapi semua jadi agak sia-sia ketika ternyata dia tak bisa datang karena tidak diperbolehkan sama orang tuanya. But never mind yang penting tambah kenalan dengan junior juga, cewek pula.

Lama setelah acara itu kami gag pernah kontak lagi, mungkin karena sama-sama sibuk dengan kegiatan kami. Dia sibuk dengan sekolah dan teman-temannya dan aku pun begitu dengan kuliah dan teman-temanku. Sampai pada suatu malam aku iseng untuk menghubungi dia lagi, entah nomerku masih ada atau sudah dihapus olehnya.

“Malem…., ini masih Vania kan? Hehehe…. “

Awalnya aku pikir mungkin dia sudah ganti nomer atau nomerku yang sudah dihapus olehnya. Lama sekali tidak ada jawaban dan aku pun sudah gag berharap apa-apa. Tapi sekitar pukul 9 malam ada sms balasan dari dia.

“Eh, mas…, iya ini masih Vania kok. Hehehe… ada apa mas kok tumben sms?”
“Sip, gag ada apa-apa kok de’ just say hello aja. Gimana kabarnya?”
“Baik mas, kamu sendiri gimana?”
“Baik juga kok, wah udah kelas 3 ya sekarang? Rajin-rajinnya belajar nih..” sindirku untuk   mencairkan suasana.
“Hahaha…, iya mas tapi biasa aja kok :p “

Begitulah kisah ini berawal, setelah malam itu kami jadi sering sms an dan sampai saat itu aku belum tau bagaimana wajahnya karena belum ada kesempatan untuk bertemu. Tapi paling tidak kami sudah liat foto di Friendster (saat itu masih jaman, dan Pesbuk masih belum terlalu popular :D).

to be continued.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar